Showing posts with label Cerita. Show all posts

Sekolah Lagi  

Posted by Lintang Syuhada in

Hari ini tanggal 3 January 2012, sekolah gw Southland High School mulai masuk lagi (resume school), rasanya seneng aja bisa masuk lagi ke sekolah setelah sudah merasakan libur yang sudah terfikir satu kata "bosan". Yapz, pengin aja ketemu ama temen2, pengin bisa ngeband lagi and yang pasti bisa beraktivitas selayaknya pelajar, haha. Hari ini bangun agak kesiangan, haha. Wajarlah, habis libur lama, jadi tadi bangun kesiangan, dan langsung deh aku buat sarapan sendiri dengan 2 buah toast (bahasa inggrisnya roti gitu haha) sama segelas jus. Terus udah gitu bus sekolah udah datang and aku harus segera naik. Sampai di sekolah langsung deh mulai jam pertama dengan Weight Training. Masuk weight room dan langsung pke alat GYM; (chest press, lat pulldown, tricep extention, bicep curls, dips). Lumayan buat nggedein otot, haha. Habis itu masuk deh kelas Creative Writing. Wah sialan nih, malah dapet tugas banyak, haha. Baru aja kelar Personal Newspaper eh malah disuruh buat MEMOIR, due besok lagi. Tapi tak apalah, ku garap aja tuh tugas. Selesai itu gw masuk kelas public speaking. Ini lumayan agak slow, cuma disuruh RESEARCH aja, haha. Lumayan apanya, 5 sites boss, susah haha. Habis masuk itu gw masuk ke Band Class, lagi enjoy main music eh di panggil guru choir gw, di suruh latihan buat Contest music haha. Ya sudahlah gw latihan haha. Habis latihan masuk lg deh gw ke kelas band and maen band. Nah habis band gw ada Lunch(makan siang gtu). Ngobrol2 ama temen2 tentang liburan, eh temen gw namanya Alex William Pitzen cerita kalau dia habis dari Mexico, wah great bgtlah. Sambil makan sambil ngbrol deh, sampe akhirnya habis tuh makanan. Udah selesai lunch aku ke kelas Freshwater Ecology, disitu ga bnyak bgt sih tugas tapi yah cuma analisys data organisme yang asli Minnesota. Habis itu gw masuk kelas business, eh dapet banyak bgt tugas, berhubung anak rajin gw ga ngerjain dulu, haha. Habis itu gw ke kelas study hall, kelas buat ngerjain PR, eh aku ngantuk, ya udah deh aku tidur aja, hehe. Sampai jam 3 akhirnya sekolah selesai dan aku keluar kelas. Eh, ada waktu kosong nih, aku kerjain semua PR-ku deh, sampe akhirnya selesai. Habis itu aku latihan THEATER buat kompetisi, ya sudah aku pulang sore deh, aku sms host-dad dan dia jemput pake mobilnya haha. Terus pulang dan mandi and sholat, eh jam 7 malem harus berangkat lagi ke sekolah, buat nyanyi lagu kebangsaan Amerika di Basketball Tournament, ya sudahlah aku berangkat dan nyanyi. Habis itu gw pulang lagi ke rumah sama host-dad gw dan ngeprint tugas2, dan semua udah selesai deh. Setelah semua selesai aku skypan sama Ika Mayang (South Carolina) & Reyhan (New York). Udah deh gila-gilaan, haha.
Ini hari pertama gw sehabis libur panjang.



I Will Go to Washington DC  

Posted by Lintang Syuhada in

First of all, Alhamdulillah. Be thankful for Allah who always guide me wherever I am. Thankful for Rasulallah SAW who teach me the true way to be a good person in Allah's way. Thankful for Abah who always support and being the real teacher in my life forever. Thankful (alm) Ibu, even though you already moved to another world, but I believe you're here staying in my heart forever. Thankful for my brother who always I love wherever you're.  Thankful for Randy Aryo Yudhistira as my best friend ever. Thankful for INDONESIA YES/AFS/JENESYS STUDENTS 2011/2012 who has been becoming part of my life and also my family. Thankful for my teachers who lead me to be better with better understanding. Thankful for Bob Roberts as my hostdad who supported me to be a strong man, and give me understanding that "Life is Fun". Thankful for Pat and Ray Graves who take care of me when Bob gone, and shared knowledge and experiences for me. Thankful for my host family who feeds me good and give a great time for me. Thankful for my Tracy Smith as my Local Coordinator of Exchange Program who always support me and give problem solving for me. Thankful for all my friends who always gonna be stay in my heart to be friendly. Thankful for Southland Senior High School as my new school that give me a lot of new experiences. Thankful for AFS and YES Program to give me a chance to be an Exchange Student and to be a participant in a Civic Education Workshop.

Actually I'm so proud have been selected as a finalist and participant in this big moment. As a young man, I have so much dreams to be real, and this chance is the way of the realization of one of my dream. I'm hoping this world is more about PEACEFUL. To be honest, nothing else that I can do, just one thing; "Be Thankful".

Alhamdulillah, I will go to WASHINGTON DC for an INTERNATIONAL MOMENT (CIVIC EDUCATION WORKSHOP) on February 26 - March 3 2012. I will represent about my essay; "The Relationship Between Socialization and Religious Freedom"

This is email that I just got from American Councils;

Dear YES student:

I am pleased to inform you that the volunteer evaluation committee in Washington , D.C. has selected you as a participant in this year’s Civic Education workshop.  Congratulations on your selection!  The workshop will take place in Washington , DC from February 26 to March 3, 2012.

An official letter from the Department of State will be sent to you shortly. Given the holidays, it may be a week or more before the letter arrives.

Again, congratulations and best wishes for the New Year!
 
Sincerely,
 
Gabriel
 
 
Gabriel Coleman
Operations Manager
Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) Program
American Councils for International Education
1828 L St. NW, Suite 1200
Washington , DC 20036
(202) 833-7522

Thanks so much for all :D


Abah, My Brother, Lintang
YES/AFS INDONESIA





Monolog Untuk Tuhan  

Posted by Lintang Syuhada in

Alkisah, ada seorang pemuda bernama BEJO, dia adalah murid di sebuah Pondok Pesantren Salafiah Al-Islamiyah yang berada di pelosok desa sukangaji. Ini adalah sebuah dilema besar bagi si Bejo, tatkala sebuah kitab kuning berjudul "ALFIYAH IBNU MALIK" menjeratnya kepada kegigihan. Tapi sayang, usaha itu belum mendapat restu dari Tuhan. Berkali-kali Bejo mencoba untuk menerima titipan-Nya, yakni sebuah ILMU melalui perantara seorang Ustadz yang mengajarkan Bejo "ALFIYAH IBNU MALIK". Sebuah kontroversi datang dari Ustadznya yang mewajibkan Bejo hafal sya'ir dan kandungan Alfiyah itu, tapi apa daya sang pencipta belum juga mengizinkan dan menitipkan ILMU kepada Bejo. Sang Ustadz memberi ta'zir kepada Bejo yang belum bisa hafal dan setoran sya'ir kepada beliau. Nada tinggi melengking dari mulut sang Ustadz yang diarahkan kepada si Bejo agar belajar dengan sungguh-sungguh. Padahal dalam siang dan malam Bejo sudah mencoba dengan dayanya. Saat itu juga bejo beristighfar dan sangat takut jikalau suara tinggi dari sang Ustadz adalah kemungkaran atau kemarahan yang bisa menutup Ridho Allah kepadanya karena "Ridho seorang guru sangat berpengaruh dalam menuntut ILMU". Pada malam harinya Bejo sholat tahajjud dan dia mencoba bermunajat kepada Allah;


"Monolog Untuk Tuhan"

Ya Allah
Hamba percaya Engkau Maha Adil dalam hamparan semesta
Hamba percaya Engkau Mencipta semua yang ada
Tapi Allah…
Hamba ingin mengadu kepada-Mu
Berikan hamba kesempatan menerima Ilmu-Mu
Karena hamba percaya semua adalah milik-Mu
Ya Allah
Hamba harap sebuah ridho seorang guru
Bukan kemungkaran darinya
Please, Allah
Titipkan ilmu-Mu kepada hamba
Karena hamba sangat mengharap ridho seorang guru
Yang akan membawa hamba pada ridho-Mu ya Allah..
Tolong dengar hamba

Bejo adalah santri yang patut dicontoh dari segi TA'DZIMnya kepada ustadz, sholehnya, rajinnya, dan ISHTIBARI LIL 'ILMI(Sabar dalam menuntut 'Ilmu). Semoga Allah menerima munajat Bejo, dan menitipkan ILMU kepadanya.
Lintang, Prasetio, Abryansyah, Imam


Lintang & Bejo(Roni) sedang makan bersama ala pesantren
Ma'had 'Ali Maksum Maskan Sunan Ampel Yogyakarta
Nb: Ini hanya sebuah kisah fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama atau karakter, mohon dima'fu. Puisi tersebut adalah karangan Lintang Syuhada Al-Barabasy. Cerita tersebut insya Allah akan segera dimuat dalam sebuah film oleh sutradara pondok; Ustadz Hammam Al-fattahiey.
Tetaplah berkarya dan maju terus untuk pemuda Indonesia. Kisah ini ku persembahkan untuk Ma'had 'Ali Ma'shum Al-Krapyaki Al-Jogjawy.

I'm Proud to be Indonesian  

Posted by Lintang Syuhada in

I was surprising when those happened in front of my eyes. Well, it was a big things for me as an exchange student from Indonesia to found some brand or thing that represent about my lovely country. The first one found when I was shopping with my host family. I went to Rochester, MN, USA couple days ago with my host family to get some stuff that they need. We visited a FEET-WEAR shop, and I just walk around the shop. My step immediately stopped and looking at some shoes. I was looking at a lot of shoes and there was no one MADE from USA. I found one made from China, Vietnam and other country. Suddenly I saw a nice shoes with NIKE brand on it, and I tried to look at where was it from? I saw a sentence "MADE IN INDONESIA", whooooooot the heck is this, hahaha. Indonesian product surprised me in the shop, I think it was so amazing, that a big country like USA took product from my LOVELY COUNTRY, just one word to say; "AWESOME".

Nike made in Indonesia


Made in Indonesia
Made in Indonesia
Indonesian Product

One more thing that happened and surprised me; when I was taking vacation in Minnesota Zoo with my host family, I went to IMAX THEATER. There was a 3D movie that showed in the theater, and when I came and enter the theater, I was waiting for the Movie and it was surprising me when the movie was MADE IN INDONESIA. The title is "They Were Born To Be Wild". It was talking about ORANG UTAN in BORNEO which is one of thousand islands in Indonesia, and in the movie they were talking with BAHASA INDONESIA. It made my day so WONDERFUL.

AKU SANGAT CINTA INDONESIA (I LOVE INDONESIA SO MUCH).

IMAX THEATER

I was sitting on the sign of Minnesota Zoo

Sepenggal Kisah Pengorbanan  

Posted by Lintang Syuhada in

Ini adalah kisah nyataku sebelum keberangkatanku ke USA. Tepatnya sekitar dua minggu sebelum Orientasi Nasional di Jakarta. Sebuah paket surat yang berisi berkas-berkas untuk keberangkatan ke USA terkirim dari kantor nasional ke Yogyakarta (asramaku) untuk segera dilengkapi dan dikirim kembali ke kantor nasional. Tapi saat itu aku sudah tidak berada di asrama lagi, karena waktu itu adalah waktu libur bagi para siswa dan aku manfaatkan waktu libur itu untuk pulang ke kampung halaman, bertemu keluarga dan mulai berpamitan dengan anggota keluarga yang jauh kalau keberangkatanku ke USA sudah semakin dekat, dengan harapan akan berangkat nantinya. Surat dan berkas yang terkirim itu tidak aku ketahui sampai akhirnya aku membuka sebuah jejaring sosial dan aku lihat dalam sebuah posting di GROUP CANDIDATE YES/AFS 2011 yang sedang gempar-gemparnya di perbincangkan oleh para kandidat yang akan segera berangkat, berkas itu adalah berkas terakhir yang harus segera dilengkapi. Segera mungkin aku menanyakan ke[ada beberapa teman dari kandidat YES itu "Apa mereka sudah dapat berkas dan sampai mana mulai mengisi itu semua?" Berkasnya lumayan banyak, tapi DUE DATEnya sangat singkat, dan lebih parah lagi aku belum menerima berkas itu. Saat itu kalau tidak salah hari senin, dan berkas itu harus dikirim ulang ke Kantor Nasional pada hari senin yang akan datang, antara bimbang, ragu, dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan karena berkas yang seharusnya sudah aku terima dan aku isi satu persatu, sampai saat itu belum aku terima. Aku mencoba bertenang diri dan aku ambil handphone dan mencoba menanyakan kepada pihak Nasional. Akhirnya aku ketahui hal yang sebenarnya terjadi adalah, dari pihak nasional mengirim berkas-berkas itu ke asramaku di Yogyakarta. Saat itu juga aku meminta keringanan untuk bisa mengumpulkan walau telat beberapa hari, tapi kucoba secepat mungkin agar tidak melebihi DUE DATE yang seharusnya. Aku coba memanggil salah satu temanku di Yogyakarta untuk mengambil berkasku di kantor sekolah, dan kirimkan ke daerahku dimana aku berada saat itu. Dia segera mungkin mencari jasa penyedia kiriman kilat, dan di kirimlah berkas itu pada hari selasa. Dia memberi kabar kepadaku kalau berkas itu akan sampai hari sabtu. Seketika aku gelisah dan bingung, aku coba mengkalkulasi semua waktu dari mulai mengerjakan dan mengirim berkas itu apabila sampai hari sabtu, dan hasilnya tidak bisa. Aku langsung menelpon temanku dan memerintahkan untuk mengambil kembali berkas yang sudah dititipkan kepada jasa pengiriman, dan aku memutuskan untuk mengambil berkas itu dengan sebuah motor kesayanganku. Aku siapkan motor untuk bertempur, aku service dan bersiap untuk bertempur 9 jam perjalanan antar provinsi. Aku panggil sahabatku untuk menemaniku bertempur ke Yogyakarta, dan dia siap untuk bertempur. Aku meminta izin kepada Abahku untuk mengambil berkas yang sudah aku ceritakan sebelumnya. Abah memberiku do'a untuk keselamatan dan memberi 2 lembar uang berwarna merah dengan nominal 100.000. Harapanku itu akan cukup untuk uang bensin dan uang makan berdua dengan temanku selama tinggal di Yogyakarta. Pukul 08.00 WIB seusai sarapan pagi aku segera memanaskan motor untuk siap bertempur, aku siapkan laptop, backpack, helm GMC merah, sarung tangan, dan tak lupa masker untuk perjalanan jarak jauh. Aku cium tangan Abah dan Nenekku untuk berpamitan dan dalam hati ku berharap semerbak do'a dari keluarga. Berangkatlah aku menuju ke rumah temanku dan menghampiri untuk bertempur ke Yogyakarta. Perkenalkan dulu nama aku Lintang Syuhada sebagai pembalap motor malam, dan nama sahabatku Randy Aryo Yudhistira seorang pembalap motor dalam lintasan lurus. Perjalanan dimulai dengan aku yang mengendarai, kemudian bergantian menjalani pertempuran di jalan besar sampai akhirnya sampai di kota Semarang, dan berniat untuk singgah di rumah temanku yang tinggal di lingkungan kota Salatiga, aku menginap di rumahnya semalam karena hari itu terasa sangat lelah dan berniat untuk melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta esok harinya bersama dengan temanku.

Sore hari di kota Salatiga setelah lelah melintasi banyak kota, aku singgah di rumah temanku untuk menginap semalam.

Pagi harinya segera aku bersiap untuk bertolak dari Salatiga ke Yogyakarta. Sarapan dimulai dan akhirnya perut terisi dan siap untuk melanjutkan pertempuran dengan ditambah satu prajurit tempur ya'ni temanku. Seperti biasa ku lewati daerah pegunungan yang mempunyai jalan di tepi jurang dan berkelok tajam, tapi inilah pertempuran, apupun harus dijalani. Udara yang masih dingin di pegunungan pagi hari sangat menusuk tubuh para prajurit tempur, untung saja aku memakai sarung tangan dan jaket khusus untuk tempur, sehingga mengurangi rasa dingin itu. Sejenak aku dan sahabatku berhenti untuk memotret pemandangan, dan sejenak melupakan berkas itu agar perjalanan tidak terlalu membosankan.
Lintang Syuhada(Red Helmet), Randy Aryo(Black Helmet)


Pada akhirnya aku sampai pada kota tujuanku dengan selamat, serasa ingin segera sampai ke asramaku dan mengambil semua berkas-berkas itu dan memulai untuk mengisi, karena hari itu sudah hari kamis, dan dari pihak nasional menginginkan dan memberi keringanan kepadaku untuk bisa dikirim ulang pada hari selasa depannya.
Selamat Jalan Provinsi Jawa Tengah, Selamat Datang Provinsi Yogyakarta

Welcome to Jogja(Kota Istimewa)







Sampai di asrama Sunan Ampel di mana aku biasa tinggal, segera mungkin aku berjalan menuju asrama Sakan Thullab di mana berkas itu tersimpan, dan aku ambil berkas-berkas itu dan mulai aku lihat isi sebuah amplop coklat besar. Setelah ku buka, ternyata berisi banyak informasi tentang detik-detik keberangkatan dan apa saja yang harus dibawa pada saat orientasi, dan tidak ketinggalan banyak pula formulir yang harus segera aku isi dan ditanda tangani oleh beberapa orang, seperti orang tua, diri sendiri dan kepala sekolah. Satu persatu berkas ku baca dan aku mulai mengisi formulir yang harus dilengkapi, ini sangat banyak jumlahnya, sampai harus memakan waktu beberapa hari. Aku coba untuk meminta tanda tangan kepada kepala sekolahku, karena kupikir ini akan mempermudah dan bisa aku lanjutkan di rumah beserta dengan tanda tangan orang tua. TAPI, ternyata kepala sekolahku sedang tidak berada di rumah beliau ataupun di sekolah, karena waktu itu adalah waktu libur, dan beliau sedang menghadiri rapat di Jakarta, betapa sedihnya diriku merasa tidak bisa apa-apa lagi. Sejenak aku kembali ke asrama dan sholat berharap ada sebuah ke ajaiban dan bisa mepertemukan aku dengan kepala sekolah yakni K.H Asyhari Abdullah Tamrin, M.Pd.I. Hari jumat malam aku coba untuk sejenak berhenti mengerjakan semua formulir itu, betapa penat melanda otakku. Aku mengajak sahabat dan temanku untuk pergi ke KALI CODE, sebuah tempat nongkrong anak muda d JOGJA. Malam itu aku habiskan untuk menghilangkan stress dengan menikmati suasana JOGJA ISTIMEWA.
 
Suasana malam di JOGJA

Azmi & Lintang(dengan muka sangat lelah) nongkrong di KALI CODE
Hari sabtu pagi, aku melanjutkan untuk menyelesaikan berkas-berkas dan berlomba dengan waktu. Ku cari beberapa suap nasi untuk mengisi perutku dan perut sahabatku pada pagi itu dengan sisa uang yang Abahku berikan kepadaku sebagai bekal, aku mencari warung nasi yang paling murah, berharap bisa mendapatkan nasi dengan harga yang paling murah tetapi cukup untuk mengisi perut di pagi itu. Akhirnya ku dapatkan dua bungkus nasi dan lauk beserta minumnya dengan harga yang lumayan murah. Alhamdulillah pagi itu masih bisa sarapan dan masih ada sisa uang untuk hidup sampai pulang ke kotaku nanti. Setelah hari agak siang, ku coba datang menemui beberapa guru ke kantor sekolahku, berharap bisa menemui kepala sekolahku dan mendapatkan tanda tangan beliau. Tapi sampai hari itu beliau belum juga berada di sekolah, kata seorang guru beliau akan pulang malam hari, dan aku bisa mendapatkan tanda tangan besok pagi. Aku kembali ke asrama dengan agak kecewa dan pasrah apa adanya kepada Allah S.W.T. karena apapun yang terjadi itu telah Allah kehendaki, usahaku untuk menyelesaikan berkas ku lanjutkan, aku lari sana lari sini, copy ini copy itu, sampai sore hari berfikir agar bisa selesai, walau ternyata belum bisa selesai juga pada hari itu. Malam itu adalah malam minggu, aku merasa sangat lelah dan stress dengan semua kejadian hari itu. Aku coba mengajak sahabatku untuk malam mingguan di ALKID(Alun-alun Kidul Yogyakarta yang ada 2 pohon beringin besar). Berangkatlah kami berdua, menikmati malam itu dengan 2 cangkir sekoteng dan roti, sekali lagi dengan pertimbangan uang yang seminimal mungkin.
Lintang Syuhada (tampak sangat lelah dan penat)

Randy Aryo Yudhistira (sahabat sejatiku)
Sepulang dari ALKID, aku dan sahabatku kembali ke asrama dan tertidur pulas hingga esok hari. Minggu pagi seperti biasa aku sholat shubuh dan sejenak duduk. Tiba-tiba handphone-ku berdering dan aku angkat, terdengar suara Abahku, beliau mengabarkan bahwa Nenek-ku terkena serangan jantung dan sudah berada di UGD di sebuah rumah sakit di kota asalku. Hati ini seketika membisu dan seperti ingin menangis, tetapi aku menahan itu semua dan hanya mengucapkan aku akan segera pulang malam ini, dan mungkin sampai besok pagi. Telepon ku matikan dan aku menenangkan diri sembari bercerita kepada sahabatku kalau Nenek sedang sakit, aku tak ingin ada apa-apa kepada Nenek, sudah cukup Ibuku pergi dan tak akan kembali. Nenek-ku merawatku setelah Ibu meninggal karena sebuah penyakit, dan aku sangat kacau perasaannya hari itu. Aku segera mandi dan mencoba menepis rasa khawatir itu untuk menyelesaikan tugas demi KEBERANGKATAN dan CITA-CITAku menuntut ilmu sejauh mungkin. Aku datang ke sekolah dan berharap bisa menemui kepala sekolahku, Alhamdulillah akhirnya beliau ada di dalam ruangannya, segera mungkin aku minta tanda tangannya dan meminta cap legal dari sekolah. Alhamdulillah, sedikit bebanku terkurangi tapi masih banyak hal yang belum aku penuhi untuk berkas-berkas itu. Aku segera kembali ke asrama dan meneruskan semua berkas hingga sore hari dan aku bersiap untuk pulang dan menemui nenekku di kota asalku. Semua barang aku masukkan, berkas-berkas aku simpan dengan rapi dalam sebuah tas plastik dan aku masukkan backpack-ku, beserta laptop yang berisi tugas online. Setelah semua selesai di pack, aku dan sahabatku sholat maghrib dan berpakaian seperti prajurit tempur di jalanan. Antara khawatir dan rasa sedih melanda hatiku, tapi aku harus tegar, karena aku percaya Allah Maha Melihat dan Mendengar apa yang hambanya rasakan, dan aku percaya semua pengorbanan pasti akan mendapatkan hasil dari apa yang dikorbankan. Sebelum perjalanan pulang aku berpamitan dengan pembimbing asrama dan beberapa temanku.
Lintang & Randy (Bersiap untuk pulang (Lintang dengan muka sedih dan khawatir terlihat jelas) dan bertempur di daerah pegunungan di malam hari.

Lintang & Randy were ready to go
Perjalanan dimulai dengan bismillah ku harap agar di permudah dan selamat sampai kota tujuan dan berharap bisa menemui Nenek tercinta. Aku melewati daerah Kota Temanggung di mana jalannya adalah banyak hutan dan berkelok-kelok serta banyak jurang di samping kanan dan kiri, dan jarang ada lampu jalan yang membuat susah perjalanan. Awalnya aku pikir ini jalan alternatif yang tercepat menuju kota asalku, dan tidak terlalu banyak macet kalau lewat jalur itu. Baru sampai di Kota Temanggung aku sudah di sambut dengan hujan lebat, dan otomatis aku berteduh, karena aku tak ingin semua berkas-berkasku rusak dan basah karena hujan, dan juga laptopku. Aku berteduh dalam sebuah masjid, aku gunakan waktu itu untuk sholat isya jama'ah dengan sahabatku. Setelah sholat aku berdo'a agar di permudah dalam perjalanan, dalam pikiranku saat itu adalah cuma teringat Nenek. Ternyata Allah mengabulkan do'aku dan hujan reda. Perjalanan aku lanjutkan, kini masuklah aku ke sebuah daerah hutan dan jalannya curam, Masya Allah, tiada lampu jalan, jarang sekali motor lewat daerah itu, aku gunakan rem motorku sampe rem itu bunyi, mungkin karena jalan yang curam dan turunan banyak sekali jadi rem motorku tipis karena banyak di gunakan, dan parahnya lagi Ya Allah, rantai motorku yang baru di service terasa kendor, dan sangat berbahaya untuk jalan cepat, terasa seperti akan putus. Hatiku tak henti-hentinya menyebut nama Allah, semoga aku di jauhkan dari bahaya, walau hal yang saat ini aku hadapi adalah kesusahan, bahaya, perjalanan, dan rasa khawatir terhadap Nenekku, dan juga semua berkas untuk keberangkatanku. Perjalanan sudah aku rasa lama, tapi belum juga muncul pertanda akan tempat yang ramai, jalanan masih sama, curam dan berkelok, aku lihat sejenak ke arah spedometerku, dan aku lihat bensin motorku akan segera habis, padahal itu masih kawasan hutan dan aku belum menemui tempat pembelian bensin atau SPBU, aku hanya pasrah dan berharap dalam hati kepada Allah agar selamat. Alhamdulillah ada sebuah POM bensin mini dan aku isi full motorku dengan sisa uang yang tersedia. Sampailah aku di Kota kendal, sejenak aku singgah ke sebuah angkringan kecil untuk mendapatkan beberapa suap nasi dan susu jahe hangat untuk mengisi perutku yang sangat kosong dari siang hari belum makan. Seusai makan dan menghangatkan badan, perjalanan dilanjutkan, masalah yang saat ini aku hadapi adalah kemacetan yang sangat panjang oleh banyak bus dan truk besar. Aku gunakan keahlianku sebagai RIDER dalam menyalip truk dan bus itu dengan halus. Alhamdulillah aku bisa lolos dari kemacetan itu, Allah memberi jalan kepadaku. Aku merasa sangat lelah dan aku bergantian pengendara, Randy mengendarai motor sampai akhirnya sampailah di Kota Batang. Masuk Kota Batang kembali lagi masuk daerah hutan tanpa lampu jalan, dan banyak jalan yang berlobang yang pernah membuat aku kecelakaan dan luka-luka beberapa bulan lalu di daerah itu, parahnya lagi hujan turun tiba-tiba dan sebuah mobil melaju kencang dan menyimpangi motorku dalam sebuah genangan air, seketika itu air mengguyur badan aku dan Randy, dan kami basah kuyup dan menjadikan aku menepi dalam sebuah masjid kecil di pinggir jalan, entah kenapa Allah tetap memberi tempat bertepi dengan sebuah masjid, Alhamdulillah ya Robb. Karena pakaian yang sangat basah, aku dan Randy melepas sebagian pakaian dan menjemurnya dekat dengan lampu di masjid sembari memakai sarung yang aku bawa, aku check semua berkasku, dan Alhamdulillah tidak ada yang basah, karena backpack-ku lumayan tebal. Saat itu sudah jam setengah satu malam, hampir tidak ada sama sekali pengendara motor di jalan, sampai akhirnya hujan agak reda, dan aku melanjutkan perjalanan, Randy tetap masih menyetir motor. Baru beberapa kilometer hujan turun lagi dan berhenti sejenak di tepi jalan, di sebuah warung kayu yang sudah tutup karena larutnya malam. Hujan kembali reda dan kami lanjutkan perjalanan itu lagi berdo'a dalam hati agar di permudah dari dari semua ini, aku hanya ingin selamat dan bisa menemui Nenek tercinta yang sedang tak sadar di rumah sakit, ya Allah. Tapi entah kenapa hujan kembali datang dengan tiba-tiba dan aku segera menepi di sebuah warung kecil, aku dan Randy sudah merasa sangat lelah, dan hujan terus membasahi hutan Kota Batang, tanpa ku sadari, aku tertidur di tanah di warung itu, saking lelahnya, tidur di tanah yang basah dan suasana yang dingin dan malam hari(sudah masuk pagi mungkin), sampai akhirnya terbangun dan melanjutkan perjalanan lagi, karena masih lelah aku tertidur saat menaiki motor bersama Randy, dan Randy sebagai seorang penyetir saat itu juga lelah dan sempat menutup matanya karena kantuk yang berat, sampai tiba-tiba sebuah bus besar memberi klakson dengan suara keras dan mengagetkan aku dan Randy, Ya Allah untung saja Allah masih memberi keajaiban padaku dan Randy, itu adalah hal yang sangat berbahaya dan mengagetkan jantungku, sekaligus kalau mungkin kita tidak bangun aku dan Randy bisa menabrak pembatas jalan dan terlindas bus itu, tapi Allah masih sayang pada kami Alhamdulillah ya Allah Robbul 'Izzat. Setelah kejadian itu kami tidak mengantuk lagi sampai akhirnya keluar dari kota hutan itu yakni Kota Batang, dan masuk ke kota batik yakni Kota Pekalongan. Selama di kota pekalongan aku tak menemui masalah seperti waktu sebelumnya, Alhamdulillah ini semua bisa lancar, sampailah pada Kota Pemalang dan kami berhenti pada sebuah ALFAMART dan membeli Energy Drink, untuk memulihkan tenaga dan menghilangkan rasa kantuk.
Lintang dengan pakaian basah dan belum tidur seharian

Tepatnya jam tiga pagi, aku sudah berada di Kota Pemalang dan melanjutkan perjalanan lagi. Kali ini aku yang menyetir karena tinggal dua kota lagi aku bisa sampai di kota asalku. Aku mengebut secepat mungkin untuk mengejar waktu, rasa dingin ku tepis hanya demi Nenek, dan sampailah aku di Kota Tegal, perasaanku sangat bahagia bisa sampai di Kota Tegal, karena tinggal satu kota lagi aku sampai rumah, aku mengucap dalam hati Alhamdulillah ya Allah. Terlihatlah sebuah papan bertuliskan SELAMAT DATANG DI KOTA BREBES, betapa syukur ku panjatkan bisa sampai di kota adalku yakni Kota Brebes. Aku dan Randy tidak seketika pulang ke rumah, tapi kami mencari warung kopi untuk menghilangkan dingin, dan sampailah di alun-alun Brebes, dan kami memesan dua cangkir kopi. Saking lelah dan ngantuknya aku seketika tertidur di sebuah tikar di warung kopi itu. Hari itu adalah hari yang luar biasa penuh cobaan, sampai aku tak merasakan tidur pada hari itu. Pukul 05.00 WIB pagi hari senin, aku dan randy pulang ke rumah, aku antarkan Randy ke rumahnya dan menyuruhnya istirahat, dan mengucapkan terima kasih. Segera aku pulang ke rumah, dan bergegas sholat shubuh. Seusai sholat shubuh segera mungkin aku mengendarai motor lagi ke Rumah Sakit Daerah Kota Brebes di mana Nenek sedang dirawat, rasa khawatir, sedih menjadi satu, aku lupakan sejenak berkas-berkasku itu dan ku jenguk nenekku. Sampai di RSUD aku masuk ke sebuah bangsal, dan Nenekku masih belum bisa sadar. Tapi sudah lebih baik kata dokter yang jaga sudah bisa pindah dari UGD. Aku peluk Nenekku dan Abahku, dan istirahat sejenak dengan mengisi perut yang kosong. Pukul 07.00 WIB aku pulang ke rumah dan istirahat tertidur pulas. Malam harinya aku mencoba membeli barang-barang yang akan aku bawa ke USA. Keberangkatanku hampir dekat tapi aku sama sekali belum menyiapkan barang-barang, dan ditambah banyak musibah yang sedang mengujiku. Esok harinya aku ke MTsN MODEL BREBES untuk meminta sebuah legalisir fotocopy ijazah. Setelah semuanya selesai, aku berpamitan dan pulang ke rumah. Siang itu aku kumpulkan semua berkas yang siap ku kirimkan beserta tanda tangan dari beberapa orang yang disyaratkan, dan tak lupa legalisir fotocopy ijazah yang baru aku minta.Aku kumpulkan dalam sebuah amplop coklat besar, dan aku mencari JNE terdekat untuk mengirimkan berkas itu secara kilat ke Kantor Nasional. Alhamdulillah semua berkas itu terkirim dan aku bisa berangkat ke USA dalam sebuah Program Pertukaran Pelajar dan Nenekku baru sembuh total setelah aku berada di USA selam satu bulan.
"Aku harap semua pengorbananku bisa aku jadikan pelajaran selalu dalam hidupku bahwa Allah akan selalu memberi jalan kepada siapapun yang telah Allah kehendaki dengan jalan sebuah USAHA."
"Innallaha laa yughoyyiru bi qoumin, khatta yughoyyiru maa bi anfusihim"
Akmel(adikku baju biru), Nenek(Berkerudung putih), Senja(sepupuku berbaju merah), Zahi(Sepupuku yang kecil imut), Lintang(The Sweetest one), Abah(pake sweater)


NB: I LOVE ALLAH, I LOVE RASUL, I LOVE (ALM) IBU, I LOVE ABAH, I LOVE NENEK, I LOVE SAMUDRA AKMAL FAJER, I LOVE MY FAMILY, I LOVE RANDY AS MY BEST FRIEND EVER, I LOVE MY FRIENDS

Thanks for reading :D

Percakapan antara Santri dan Ustadznya  

Posted by Lintang Syuhada in

Suatu siang, terjadilah sebuah percakapan dalam sebuah jejaring sosial antara se orang santri yang tinggal di Amerika dengan seorang Ustadz dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka membicarakan banyak hal, di antaranya adalah tentang TOLERANSI beragama, seperti apa ceritanya, mari kita lihat percakapan itu;
Ustadz Chumaidi Waluyo Al-Ngapaky

Lintang Syuhada Al-Barabasy
Ustadz : piye kabarmu neng kono boy? sehat-sehat wae to?

Lintang : Alhmdllh sae pak,, njenengan pripun,,http://lintangsyihad.blogspot.com/2011/12/christmas-express.html, nyuwun komentaripun pak,, mbok menawi kulo salah dalam berfikir or terlalu liberal,,

Ustadz : sing penting sembahanmu mung gusti Alloh, meh ngomong opo wae sing penting jekelen meng pengeran jo nganti ucul yo!

Lintang : nek kuwi mah, kulo taksih nyepeng kiat2 pak,,keluarga angkat yo alhmdllh ngerteni, kulo di sediakke tempat sholat lan wudhu.

Ustadz : sip......3 perkoro sing ora keno ucul sing bakal nyelametake awake dewe.....nderek pengeran, nderek nabi, manut pemerintah sing adil....athi'ullah wa athi'urrasul wa ulil amri minkum.......tetap ngasor karo sopo wae yo.....!

Lintang : Nggeh pak nek kuwi,,, http://lintangsyihad.blogspot.com/2011/12/yeah-so-happy-i-could-still-smell.html, kulo nyuwun pandongane pak, saweg seleksi untuk Internasional seminar di Washington DC, dan thesis saya tentang comparasi agama dalam kehidupan sosial masyarakat, saya membawa nama Islam bukanlah teroris,,http://lintangsyihad.blogspot.com/2011/12/relationship-between-socialization-and.html

Ustadz : Ya.....kuncine nek kepengin damai n kuncine Islam kui 2 perkara.....menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran untuk mau menghormati dan menghormati orang lain.

Lintang : exactly pak,,maturnuwun atas pengajian ta'lim di dipo pak, banyak ilmu yang saya kembangkan disini,,pangestunipun pak,,

Ustadz : yo nek manfaat dikembangke wae tang.....wong kabeh kui sing wes tek wulangke mung silihan sko pangeran....aq ra nduwe opo2 tang.....dungo dinungo yo.

Lintang : taksih ngajar teng pondok pak?? apa cuma usaha online?? hehe

Ustadz : jih neng pondok, tp april ketoe wes ora.....kui kabeh nek diridloni neng pangeran

Lintang : Wah, mugi sakinah mawadah warohmah,, hehe, keto'e arep melepas masa sendiri pak? hehe

Ustadz : amin. weh.....yo wes mangsane tang.....hahahaha.....

Lintang : wah,, terus rencana pindah cilacap pak??

Ustadz : mungkin di tempat istri....hehehehe

Lintang : jogja?

Ustadz : kapan2 kudu dolan lo tang! ciamis sunda, akulturasi hehehehehe

Lintang : aku bingung ki, ngapak blaster sunda,, anake dadi opo pak?? hehe

Ustadz : hahahahaha......sing penting gobloge ojo melu aku....wkwkwkwkwk

Lintang : Tawadlu' e gawe aku seneng e pak,, haha, pak, aku meh teko,,nek ngucapke selamat natal kuwi hukume pie??

Ustadz : saiki tek tekoni, nek ra ngucapke resikomu opo?

Lintang : resiko belum saya ketahui pak,,tapi nek coroku yo pak, ngomong tanpa di dsari niat ketoe iso pak, or maksudku bkan untuk merayakan,,

Ustadz : aq kui lewih seneng ndelok wong ki do sing rukun, damai, penuh toleransi dadi nek ngibadah podo do kepenake.....krono dasare tekone islam ki rahmatan lil alamin......gusti Alloh aweh ilmu pluralitas lewat wit kurmo sing iso aweh keteduhan pada siapa saja dan menyuguh mrk yang datang dengan buah yang baik. menggahku berbuat seperti itu juga syari'at islam tinggal hakikate dewe tetep eling lan nyembah neng pengeran.

Lintang : AKU SETUJU 100000 %, Barokallah laka,, (y)

Ustadz : kokean le setuju

Lintang : njenengan ki patut nek dadi kyai pak,,

Ustadz : ssk wae nek wes mujur ngalor ngidul....hehehehehe

Christmas Express  

Posted by Lintang Syuhada in

I never imagine before that this year I would be understand about Christmas Celebration. Yeah, actually I didn't celebrate it, because I'm a Moslem. As a moslem, I'm not suppose to be celebrate other celebration from Islamic Foundation. It's true, I didn't celebrate Christmas, but I just wanna respect to the other. Respect doesn't mean celebrate. Respect is more about open our mind to see that PLURALISM is part of the life in the world. I'm living with Christian family, and they really respect to me; They give me room to pray, they feed me (halal) food. That's why I do to respect when they celebrate Christmas. This is one of the way to begin BETTER WORLD. Don't worry about faith or religion belief, it's all back to our self; "Keep your religion, and I'll keep mine" that's what should we figure out.
Well, it was a Christmas thing in my host family;

Christmas Eve at Dexter Methodist Church

Lea(from the Left side), Tom(Lea's dad), Ray(after Tom), Tabetha(after Ray), Shandy(after Tabetha), Madi(after Shandy), Kelly(Madi's mom), Pat(In the right front), Lintang(The Sweetest One)







Leeah(from left side), Kelly, Madi, Tabetha; were making GINGER BREAD

“Stuck in a Friendly Community with the Grumpy Old Man”  

Posted by Lintang Syuhada in


Hi all, my hot greetings from Minnesota, USA. Even though cold here,,hahaha. I want to tell you a little piece experience so far in the USA. I lived at 301 North Adams Street, Minnesota, USA. My town is famous for "A Friendly Community" and here I live with parent 73 years old, he says my life stuck in a friendly community and grumpy old man. Well, this is the beginning of the journey my exchange year.
Tells of the experience may not be endless, must start from where? OK, I started from things that sad past, talk about sadly it is absolutely will always there in a life; the time Minnesota's first step on the soil of this life feels confused, I really do not understand what to do later, I still remember the house, still difficult to leave family, country, friends, teachers and all the relationships in Indonesia. Every day I might be cry, almost every day I see the calendar, hoping that the days fly by. Increasing sadness when Indonesia's independence day, I feel themselves lonely, and I also cried when the celebration of Eid al-Fitr, all felt very sad, I can’t to gather with the family on holiday that should be gather with. The first month was the month which was rather sad, yet there was none that my friends know host family addition, the school has not started, and my days were just along host dad, because I just lived with single parents, his wife died couple years ago. Host-dad also do not have kids that same age with me, some of his children are married and living away from him, so I was just alone at home. But, he's very good, the first month he tried to always cheers me up, took a vacation to a place, so I do not really feel sad. It was very useful, I can forget my sadness and already feel the excitement in America. Early months have passed with pleasure, my hos-dad gave me an iPod touch 32GB, I'm very pleased and use it very well and happy. Second month I've started school, and my first day at school is the craziest day, the day is very confusing, I do not know what should I do, I do not know which class should I go, it felt like crying at school but I do not like crying, the first day I managed to pass by looking for friends, and the first week of school I got a friend and I had known, I think my spirits up, I loved school, I took a class; Weight Training, Creative Writing, Public Speaking, Band, Choir, Freshwater Ecology, Introduction Business, and Study Hall.
My days are very pleasant walk up to now, at the beginning of school I feel very happy to join with the band and choir, and participated in the homecoming day concert band and concert choir at the University of Minnesota's favorite, especially I'm very happy to see my first report cards grades A +, A +, A +, A, A, A, A. It really made me happy because I can work well. I’m also very happy got host family very good, although only single parent, I feel so happy to be together, we often have discussions together and do a lot of fun. When talking about friends, all very good friends here, a way to make friends here is to actively speak, and never shy to do here. Sometimes I still often wonder whether this is a dream or real, in the U.S. are a sacrifice and effort, not only cease our efforts until the selection, but our efforts continue until the State of destination. We must always stand ready to confront everything that exists, never stop to always learn. Message for younger siblings who will travel to any country; keep the good name of the State, nation, parents, and yourself. Do not ever feel difficulty in carrying out your exchange year, due to the difficulty was just learning, and you just need time to learn. Maybe a little story from me could bring some idea of life as an exchange student, and a little message from me could be beneficial to us all.

Don't Judge a Book by It's Cover  

Posted by Lintang Syuhada in


Yeah, so happy I could still smell mosque's floor, Oh God,, Alhamdulillah.
On Friday, 23rd December 2011. I went to the mosque for Friday Pray, usually I can't go to pray ceremony, because I have school, but for today I have school break for long holiday. How miss I was to the MOSQUE. My new host family took me to the city where the mosque is.
In the ceremonial of friday pray, I never imagine that an AMERICAN gonna be make speech(we call KHOTIB), and thats really happened in front of my eyes, subhanallah. An American who used to be a christian for 24 years and moved to be a MOSLEM, and right now he was an Imam. He made a very good speech about Islam. He said "Strong Character build follower" that what exactly good quote. I was wondering to him, because he could memorize QURAN, and the meaning. So, from this situation I took a lot of lesson, that STEREOTYPE of some of my friend in Indonesia about AMERICAN is wrong, there is so many people in the world who recommend to goodness. I think the better thing as a person is manage our self to be a good person, and not to judge person whatever they were. "Don't judge a book by it's cover"!!
Well, keep learn to be a good person :D
(Lintang Syuhada)

Menapaki Kehidupan  

Posted by Lintang Syuhada in



Ok, aku mulai cerita dari sini, namaku Lintang Syuhada. Aku berasal dari kota kecil yang berada di provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Saat ini aku sedang menjalani sebuah program pertukaran pelajar di Amerika Serikat. Ini merupakan sebuah keberuntungan besar yang berawal dari sebuah percobaan mengikuti seleksi. Saya bersekolah di Yogyakarta, dan kemudian mengikuti sebuah seleksi yang bisa membawa saya ke sebuah negara yang katanya Super Power.

Aku tinggal dengan Mr. Bob Roberts di Elkton, Minnesota, USA. Kota yang katanya "a Friendly Community", Guess what? it's true. Semua orang di sini ramah juga kok. Berhubung sudah ke Amerika, otomatis sekolah juga pindah di Amerika. Sekarang gw sekolah di Southland Senior High School. Sekolah gw masih terbilang kecil, tapi jangan kira, sekolah kecil di USA sama dengan sekolah paling favorit dan keren di Indonesia. Semua fasilitas PERFECT, punya GYM(Weight Room), 2 GYM or AUDITORIUM (semacam stadion dalam ruang), punya banyak komputer dan memang free akses buat student, dan masih banyak fasilitas lainnya.

Gw pengin ceritain apa sih kerjaan gw di Amerika?
Yah, namanya EXCHANGE STUDENT pasti punya tugas, dan kalau gw bilang mudah ini sama sekali ga mudah, kalau dibilang susah katanya Exchange Student ga boleh bilang susah, karena semua permasalahan kuncinya ada dalam diri kita sendiri, so what?? "Take it EASY Braaaaah!!!" Tugas gw di sini ya belajar, namanya juga STUDENT=MURID otomatis tugasnya BELAJAR=STUDY. Apa lagi selain belajar?? Tentunya sebagai orang Indonesia yang cinta Tanah Air, gw di sini menjadi DUTA INDONESIA, memperkenalkan budaya Indonesia untuk dunia Internasional, wuiih tinggi banget kata-kata gw, hahaha
Intinya sih gw di sini mencoba bertukar pikiran kalau bahasa kerennya SHARE, tujuan gw adalah ngikut MOTTOnya YES PROGRAM, make a BETTER UNDERSTANDING for a BETTER WORLD.

Gimana keluarga di Amerika?
Kalau ngomong keluarga di Amerika, aku tinggal dengan seorang pensiunan guru, umurnya 73 tahun, lumayan TUA. Dia sangat baik dalam merawatku, pokoknya semua kebutuhanku terlengkapi, dia juga mengerti kebutuhan rohaniku harus terpenuhi. Walaupun kita berbeda agama, tapi di sinilah pertukaran budaya itu dimulai, dengan bertukar pikir bersama, share dan bahkan mengadakan KOMPARASI AGAMA, wedeh,,,, sok tinggi bahasanya, tapi itulah yang aku lakuin sama hostfamily. Selama ini sih Alhamdulillah masih sangat baik dan mudah-mudahan ga nemuin masalah, Amiin.

Gimana teman di Amerika?
Jujur, masalah temen emang gw di sini emang punya banyak, tapi yang jadi masalah, sikap temen di USA dan temen di Indonesia beda jauh, di sini kya susah banget untuk berteman dekat, but it's ok, I can handle it so far, aku masih bisa ngobrol or hang out bareng.

Gimana cuaca di Amerika?
Wah, cuaca di sini bener bener dingin, waktu pertama aku dateng ke Amerika, padahal masih SUMMER yang kata orang Amerika panas, kataku dingin. Nah sekarang udah WINTER, cuacanya sangat sangat sangat dingin tenan, pokoknya ini dingin melebihi kulkas deh. Tapi aku seneng banget bisa ngerasain SALJU, wahahaha. Keliatan deh KATROKNYA, tapi whatever, emang secara yah, gw ga pernah liat salju, so seneng banget liat salju di Amerika.

Terus apa impian buat ke depan?
Kalau impian sih yah banyak, pengin inilah itulah, tapi intinya aku pengin Mengabdikan diriku untuk NUSA, BANGSA, AGAMA, dan ORANG TUA.

Ada masalah ga selama ini?
Namanya orang hidup yah, pasti ada masalah walau cuma sedikit. Tapi aku punya masalah dari Negara asal, tapi ini agak ga penting sih, hanya masalah percintaan, tapi ini sangat mengganggu PROGRAMku di sini. Selain itu sih ga ada, mungkin memang benar, gw memang harus mikir fokus ke program. Tapi ini sedikit curhat, rasanya SAKIT HATI dituduh di sini cuma PACARAN, padahal kalau tahu yah, di sini punya tugas yang berat, dan juga di sini agak susah cari temen. Udahlah, lupain aje, ga penting banget. Intinya masalah pasti akan hadir dalam hidup anda selama anda hidup, waspadalah,,waspadalah,,waspadalah!!!

Apa harapan anda dalam Program ini?
Harapan gw, ga muluk-muluk bung, aku hanya ingin BELAJAR dan terus BELAJAR.

Well guys, it was a lil' bit of my story for couple months I've been here, yeah ini sih ga seberapa ama pengalamanku di sini, kalau ditulis mungkin ga muat nih blog, tapi yah gw cuma pengis SHARING, ya itung2 curahan hati seorang pemuda, cieeee,,,sok romantis lu tang!! haha
Biarin romantis yang penting masih bener, haha
So, semoga ini bisa bermanfaat bagi anda semua, dari saya cuma pengin ngucapin; "Tetap semangat dalam mencari ILMU dimanapun, kapanpun, dengan siapapun, mumpung masih ada nyawa di badan, manfaatin sob!!"
Ok, cukup sekian dulu,, nanti aku tambah cerita lagi,, Thanks so much.