Where am I from?
I am from white paper
clean without spot
I am from fortune valley
born into the journey
Where am I from?
Rise from darkness
turn up for lightness
Where am I from?
from dreams to be real
Sekiranya nafas batu ku hembuskan
Sejenak meratap langit kehidupan
Bayang menjelma sosok bumi dan hidupnya
Menyeruak raga dan batin terkenang
Berbondong manusia ungkapkan rasa pada-Nya
Serukan makna jihad selaksa perkara
Kau! Duniamu kenistaan tiada nyata!
Wujud tintaku, darah kematian, dan torehan kata
Membekas berderet-deret nama di surga
Katanya ringan acuhkan kemanusiaan
Sekiranya nafas batu ku hembuskan
Sejenak meratap langit kehidupan
Bayang menjelma sosok bumi dan hidupnya
Menyeruak raga dan batin terkenang
Ribuan tentara kedamaian kobarkan makna Islam di ujung barisan
Islam bukan tetesan darah dan air mata derita
Islam bukan pedang yang menari-nari menabur goresan
Islam bukan gelagak tawa derita makhluq
Lantas,,,tentara itu tersungkur menghadap-Nya
Ujung pena-ku meluncur dari dasar keheningan
Sehening membaca relief prasasti yang dipahat di batu-batu sepi
Tuhan-ku..........
Aku rindukan sorak damai antar umat
Membangun satu negeri teriak suara keringat
Merengkuh tahta dunia pijarkan rasa bersama
Bertatap mata menyenangkan prasangka
Tuhan-ku..........
Bukan tuduh tindih menghujat sesama
Bukan gumam tinggi benarkan agama halalkan dosa
Ayat-Mu nyata lantunkan semua
“Bagimu agamamu, bagiku agamaku”
Biarkan tirai Islam tumbuhkan saudara
Hingga kami satu wujudkan bangsa
Sejenak meratap langit kehidupan
Bayang menjelma sosok bumi dan hidupnya
Menyeruak raga dan batin terkenang
Berbondong manusia ungkapkan rasa pada-Nya
Serukan makna jihad selaksa perkara
Kau! Duniamu kenistaan tiada nyata!
Wujud tintaku, darah kematian, dan torehan kata
Membekas berderet-deret nama di surga
Katanya ringan acuhkan kemanusiaan
Sekiranya nafas batu ku hembuskan
Sejenak meratap langit kehidupan
Bayang menjelma sosok bumi dan hidupnya
Menyeruak raga dan batin terkenang
Ribuan tentara kedamaian kobarkan makna Islam di ujung barisan
Islam bukan tetesan darah dan air mata derita
Islam bukan pedang yang menari-nari menabur goresan
Islam bukan gelagak tawa derita makhluq
Lantas,,,tentara itu tersungkur menghadap-Nya
Ujung pena-ku meluncur dari dasar keheningan
Sehening membaca relief prasasti yang dipahat di batu-batu sepi
Tuhan-ku..........
Aku rindukan sorak damai antar umat
Membangun satu negeri teriak suara keringat
Merengkuh tahta dunia pijarkan rasa bersama
Bertatap mata menyenangkan prasangka
Tuhan-ku..........
Bukan tuduh tindih menghujat sesama
Bukan gumam tinggi benarkan agama halalkan dosa
Ayat-Mu nyata lantunkan semua
“Bagimu agamamu, bagiku agamaku”
Biarkan tirai Islam tumbuhkan saudara
Hingga kami satu wujudkan bangsa
Bulir hujan tertata rapi
Jatuhkan pusaran air seluruh
Tatapku tajam menghitung tetesan tumpah menusuk bumi
Tapi tetap menyeruak tak terukur deriji tanganku
Khayalan datang menjelma sosok indah
Laksana air halus memenuhi seisi celah pertiwi
Wujudmu datang penuhi hatiku aliran cinta
Bak hujan terhampar
Cintaku tumbuh aliri nadi kecilku
Ku akui aku mencintaimu
Ikatanmu rasuki nyawa tiap hela nafasku
Kekasihku.....................
Kini kita satu
Terekat qalbu meski tersekat ruang dan waktu
Tapi ku yakini
Cintaku mampu............
Kasihku mampu............
Sayangku mampu..........
Mampu hempaskan ruang dan waktu
Karena kita satu
Aku mencintaimu
Ujung penaku meluncur di peraduan putih
Ku layangkan Asma Agung tanpa tertatih
Dia! Sang pengendali itu
Dia......... Jemari-Nya.......Nyata mencipta
Dengan nutfah mereka ada
Layaknya kau siap membaca
Sebelum nyawa dijemput abu usia
Dia ringan tumpahkan semua
Didengarkan-Nya angin pengajaran tiada kelam
Tampaknya terang berupa kalam
Gegoncang pena runtuhkan jeruji nista
Dia berikan senoktah terang dengan lembaran dan pena
Jalanan perkabutan menidurkan dedaunan
Burungpun tunduk tak kuasa lalui gelap
Kau! Jiwamu selaksa riang
Benarkah kau? Rengkuh batasmu?
Dia peraduan akhir perjanjian
Waktu tak berwaktu ungkapkan larangan
Lantas kau acuhkan gemercik kebenaran
Apa kau mendusta?
Apa kau berpaling?
Syairku menggeliat dari pucuk pena di panggung putih
Hentikan gerilya bernoda itu!
Namun jika kau memaksa
Dia murah ganjarkan petaka
Jangan kau remehkan kuasa-Nya!
Kembalilah tundukkan riangmu pada-Nya!
Malam itu......
Seraya langit kelabu bersaksi
Kata-kataku luapkan senandung qalbu
Untuk engkau.....
Duhai terang dalam gelapku
Harimu terlewatkan waktu bergulir
Hidupmu tersisa umur mengalir
Kini kau larut dalam alur sisa hidupmu
Tetapkan langkah indah tuju pintamu
Ubah selaksa noda lepas jubah kebodohan
Meretas harapan demi gapai taqdir Tuhan
Untukmu, duhai bait indah tiap hela nafasku
Ingatlah daku dalam bingkai hatimu
Dan.....
Allah adalah isi seluruhnya
Yaa Robb, jadikanlah kekasihku adalah kekasihMu
Jagalah dia dalam alunan taqdir_Mu
Tetapkan dia selalu lalui jalan_Mu
Sinari hatinya dengan Ridho dan Ilmu_Mu
Yaa Robb, dialah kekasihku
Derai angin malam
Menyisir malamku berluap khayal
Ku jatuhkan lengkung tubuhku
Ku panjangkan tulangku lurus terpadu
Ku luapkan bayangmu dalam hembus nafasku.....
Dalam......dan
Sangat dalam, membekas rasuk sanubari
Gejolak hampa merongrong
Memanggil namamu....
Hanya namamu...
Duhai buih indah hatiku
Rasuki aku.....
Aku ragamu....
Kau ragaku.....
Duhai kasihku....
Ijinkan aku merengkuh jiwamu
Bilakah tak semanis rasa
Ijinkan aku mengecap cintamu
Cinta yang kau pancarkan dari titik kecil samudra hatimu
Dan aku yakin....
Titik kan memudar dan merambat
Bak cintamu yang memenuhi dataran hatiku
Aku inginkan kau adalah aku
Karena kita satu
Menyisir malamku berluap khayal
Ku jatuhkan lengkung tubuhku
Ku panjangkan tulangku lurus terpadu
Ku luapkan bayangmu dalam hembus nafasku.....
Dalam......dan
Sangat dalam, membekas rasuk sanubari
Gejolak hampa merongrong
Memanggil namamu....
Hanya namamu...
Duhai buih indah hatiku
Rasuki aku.....
Aku ragamu....
Kau ragaku.....
Duhai kasihku....
Ijinkan aku merengkuh jiwamu
Bilakah tak semanis rasa
Ijinkan aku mengecap cintamu
Cinta yang kau pancarkan dari titik kecil samudra hatimu
Dan aku yakin....
Titik kan memudar dan merambat
Bak cintamu yang memenuhi dataran hatiku
Aku inginkan kau adalah aku
Karena kita satu
ALONE
Quite without any sounds
only the rhythmic guitar picking
splashing the lake with the tone
Greet me in alone
accompany silent on the lake
I wanted to be alone
sat staring, turn on the melody
along the lake I was alone
Lake memories
calm cool to be seen
as far as the eye sees
so much peace
The guitar was a witness
Between me and the lake
Contributors
- Lintang Syuhada
- I'm an exchange student from Indonesia abroad to United States with Youth Exchange Student (YES) Program. I'm staying at 301 North Adams Street, Elkton, Minnesota, USA.
Followers
Entri Populer
-
Specific Purpose: The specific purpose of my speech is to give information about exchange student experience, and encourage American...
-
First of all, Alhamdulillah. Be thankful for Allah who always guide me wherever I am. Thankful for Rasulallah SAW who teach me the true wa...
-
I was surprising when those happened in front of my eyes. Well, it was a big things for me as an exchange student from Indonesia to found so...
-
Introduction: I. 66 years ago when the first time Indonesia got independent from Japan, we felt so proud to be a ...
-
Hello sobat blogger! Sorry nih baru sempet nulis-nulis di blog lagi, biasalah tugas banyak, sekolah baru kelar, dan yang paling jadi tan...
-
Ini adalah kisah nyataku sebelum keberangkatanku ke USA. Tepatnya sekitar dua minggu sebelum Orientasi Nasional di Jakarta. Sebuah paket sur...
-
I remember when I was little kid. I think it was in kindergarten, I was learning how to read. My teacher was Mrs. Umi. She was a very...
-
Ini adalah cerita INDOMIE gw, perkenalkan namaku Lintang Syuhada. Aku adalah siswa pertukaran pelajar dari Indonesia ke Amerika Serikat. Aku...
-
PREFACE A few months ago, I was going to field study of freshwater environment. It was very good experience, freshwater ecology gave...
-
It was not easy to cross a culture, but I did!!! Wearing SARUNG/ SARONG every time at home. Taked a walk with sarong at USA, why not??? ...