Showing posts with label Puisi. Show all posts

Where Am I From?  

Posted by Lintang Syuhada in

Where am I from?

I am from white paper 

clean without spot

I am from fortune valley 

born into the journey 

Where am I from? 

Rise from darkness 

turn up for lightness 

Where am I from? 

from dreams to be real

DO’A UNTUK NEGERI-KU  

Posted by Lintang Syuhada in

Sekiranya nafas batu ku hembuskan
Sejenak meratap langit kehidupan
Bayang menjelma sosok bumi dan hidupnya
Menyeruak raga dan batin terkenang

Berbondong manusia ungkapkan rasa pada-Nya
Serukan makna jihad selaksa perkara
Kau! Duniamu kenistaan tiada nyata!
Wujud tintaku, darah kematian, dan torehan kata
Membekas berderet-deret nama di surga
Katanya ringan acuhkan kemanusiaan

Sekiranya nafas batu ku hembuskan
Sejenak meratap langit kehidupan
Bayang menjelma sosok bumi dan hidupnya
Menyeruak raga dan batin terkenang

Ribuan tentara kedamaian kobarkan makna Islam di ujung barisan
Islam bukan tetesan darah dan air mata derita
Islam bukan pedang  yang menari-nari menabur goresan
Islam bukan gelagak tawa derita makhluq
Lantas,,,tentara itu tersungkur menghadap-Nya

Ujung pena-ku meluncur dari dasar keheningan
Sehening membaca relief  prasasti yang dipahat di batu-batu sepi
Tuhan-ku..........
Aku rindukan sorak damai antar umat
Membangun satu negeri teriak suara keringat
Merengkuh tahta dunia pijarkan rasa bersama
Bertatap mata menyenangkan prasangka

Tuhan-ku..........
Bukan tuduh tindih menghujat sesama
Bukan gumam tinggi benarkan agama halalkan dosa
Ayat-Mu nyata lantunkan semua
“Bagimu agamamu, bagiku agamaku”
Biarkan tirai Islam tumbuhkan saudara
Hingga kami satu wujudkan bangsa

HUJAN  

Posted by Lintang Syuhada in

Bulir hujan tertata rapi
Jatuhkan pusaran air seluruh
Tatapku tajam menghitung tetesan tumpah menusuk bumi
Tapi tetap menyeruak tak terukur deriji tanganku
Khayalan datang menjelma sosok indah
Laksana air halus memenuhi seisi celah pertiwi
Wujudmu datang penuhi hatiku aliran cinta
Bak hujan terhampar
Cintaku tumbuh aliri nadi kecilku
Ku akui aku mencintaimu
Ikatanmu rasuki nyawa tiap hela nafasku
Kekasihku.....................
Kini kita satu
Terekat qalbu meski tersekat ruang dan waktu
Tapi ku yakini
Cintaku mampu............
Kasihku mampu............
Sayangku mampu..........
Mampu hempaskan ruang dan waktu
Karena kita satu
Aku mencintaimu

GARIS TANGAN ILAHI  

Posted by Lintang Syuhada in

Ujung penaku meluncur di peraduan putih
Ku layangkan Asma Agung tanpa tertatih
Dia! Sang pengendali itu
Dia......... Jemari-Nya.......Nyata mencipta
Dengan nutfah mereka ada

Layaknya kau siap membaca
Sebelum nyawa dijemput abu usia
Dia ringan tumpahkan semua
Didengarkan-Nya angin pengajaran tiada kelam
Tampaknya terang berupa kalam
Gegoncang pena runtuhkan jeruji nista
Dia berikan senoktah terang dengan lembaran dan pena

Jalanan perkabutan menidurkan dedaunan
Burungpun tunduk tak kuasa lalui gelap
Kau! Jiwamu selaksa riang
Benarkah kau? Rengkuh batasmu?
Dia peraduan akhir perjanjian

Waktu tak berwaktu ungkapkan larangan
Lantas kau acuhkan gemercik kebenaran
Apa kau mendusta?
Apa kau berpaling?
Syairku menggeliat dari pucuk pena di panggung putih
Hentikan gerilya bernoda itu!
Namun jika kau memaksa
Dia murah ganjarkan petaka
Jangan kau remehkan kuasa-Nya!
Kembalilah tundukkan riangmu pada-Nya!

Syahadat Langit  

Posted by Lintang Syuhada in

Malam itu......
Seraya langit kelabu bersaksi
Kata-kataku luapkan senandung qalbu
Untuk engkau.....
Duhai terang dalam gelapku
Harimu terlewatkan waktu bergulir
Hidupmu tersisa umur mengalir
Kini kau larut dalam alur sisa hidupmu
Tetapkan langkah indah tuju pintamu
Ubah selaksa noda lepas jubah kebodohan
Meretas harapan demi gapai taqdir Tuhan
Untukmu, duhai bait indah tiap hela nafasku
Ingatlah daku dalam bingkai hatimu
Dan.....
Allah adalah isi seluruhnya
Yaa Robb, jadikanlah kekasihku adalah kekasihMu
Jagalah dia dalam alunan taqdir_Mu
Tetapkan dia selalu lalui jalan_Mu
Sinari hatinya dengan Ridho dan Ilmu_Mu
Yaa Robb, dialah kekasihku

DERAI ANGIN MALAM  

Posted by Lintang Syuhada in

Derai angin malam
Menyisir malamku berluap khayal
Ku jatuhkan lengkung tubuhku
Ku panjangkan tulangku lurus terpadu
Ku luapkan bayangmu dalam hembus nafasku.....
Dalam......dan
Sangat dalam, membekas rasuk sanubari
Gejolak hampa merongrong
Memanggil namamu....
Hanya namamu...
Duhai buih indah hatiku
Rasuki aku.....
Aku ragamu....
Kau ragaku.....
Duhai kasihku....
Ijinkan aku merengkuh jiwamu
Bilakah tak semanis rasa
Ijinkan aku mengecap cintamu
Cinta yang kau pancarkan dari titik kecil samudra hatimu
Dan aku yakin....
Titik kan memudar dan merambat
Bak cintamu yang memenuhi dataran hatiku
Aku inginkan kau adalah aku
Karena kita satu

 

Posted by Lintang Syuhada in

ALONE


Quite without any sounds
only the rhythmic guitar picking
splashing the lake with the tone
Greet me in alone
accompany silent on the lake
I wanted to be alone
sat staring, turn on the melody
along the lake I was alone

Lake memories
calm cool to be seen
as far as the eye sees
so much peace
The guitar was a witness
Between me and the lake